Review Lengkap Interior All New Toyota Kijang Innova 2016

Desain interior Innova yang mirip Hilux dan Fortuner ini sesungguhnya cukup menarik bagi beberapa orang, sedangkan di balik desainnya yang atraktif itu materialnya masih memakai bahan plastik yang lazim-lazim saja. Isu tak masalah dengan bahan plastik, asal plastiknya yang bagus agar sepadan dengan harganya. Selanjutnya bagusnya, fit dan finishing-nya kampiun. Seluruh, kami menilai desain nyeleneh di doortrim-nya punya sisi plus dan minus. Plusnya, kesannya sangat enak dipandang dan tak monoton. Minusnya, desain ini membikin kita tak dapat menyenderkan penuh tangan kita di pintu, karena pasti tangan kita tak tertopang semuanya. Sayang sih, sedangkan bahan fabric di doortrim-nya bagus lho,lembut dikala disentuh dan terkesan mahal. Jangan lupa, pada Innova tipe Q semua power window-nya telah otomatis.

Dengan memasangkan panel instrumen yang mirip dengan Toyota Camry, Alphard atau Vellfire, aura kendaraan beroda empat mahal makin terasa apabila anda jadi pengemudi. Hembusan info pada layar MID di tengahnya dapat diakses dengan kontrol dari setir yang banyak tombolnya, bagus di bagian kiri maupun kanannya. Tombol pada setir terdiri dari tombol MID, tombol audio dan tombol telepon. Cruise control? Sayangnya tak ada di Innova tipe manapun, tapi setirnya dapat dipegang tilt maupun telescopic.

Sementara tipe Innova G dan V mengandalkan silver panel untuk menghias dashboard, karenanya tipe Q memakai wood panel. Diferensiasi lainnya merupakan apabila jok Innova G dan V berwarna agak cokelat, karenanya tipe Q dikasih warna hitam, tapi semuanya sama-sama bermotif kulit zebra atau harimau.

Sayangnya, tipe Q hanya punya jok fabric, belum dilapis bahan kulit. Agak aneh sesungguhnya apabila mengingat berapa harganya, tapi jok Innova baru lebih nyaman diduduki berkat bantalan samping yang lebih menyangga, dan pengontrolan ketinggian seatbelt hadir untuk pengemudi dan penumpang depan. Sedangkan pengemudi, ada height adjuster di samping sliding dan reclining.

AC digital Innova konsisten dipertahankan, tapi kini desain tombol dan layarnya lebih elegan dan pastinya telah komplit dengan mode auto. Saat AC triple blower-nya mengalir hingga baris ketiga. Head unit-nya kini modelnya sama dengan Toyota-Toyota lainnya, tapi ada perlakuan yang bagus di mana touch screen-nya cukup responsif, tak seperti milik Yaris yang kurang sensitif. Ada fitur air gesture juga di beberapa tipe, tapi rekomendasi kami sih tak usah digunakan, useless.

Sepertinya akan bagus apabila fitur air gesture Innova dihilangkan dan diganti dengan navigasi GPS sebagai standar, karena head unit-nya tak punya hal itu. Menyinggung soal konektivitas, Innova baru sangat komplit karena punya dunia online browser, HDMI, DLNA, bluetooth, voice command, miracast, dan masih banyak lagi. Persis di bawah head unit dan AC, ada tombol untuk mengaktifkan mode Eco, mode Power dan mematikan stability control.

Sebagai kendaraan beroda empat keluarga, kepraktisan Innova kini membaik. Di bagian depan, 3 cup holder telah siap siaga dan ada storage yang memadai di doortrim dan bagian depan tuas transmisi. Untuk pertama kalinya, Toyota Kijang Innova punya laci berpendingin di atas glovebox utama, cocok untuk menjaga kesejukan minuman dingin lebih lama atau cokelat batangan agar tak kencang meleleh. Glovebox-nya juga bagus, karena ia jatuhnya perlahan dikala dibuka sehingga terkesan mewah.

Salah satu skor penting Innova merupakan space bagi penumpang, dan itu tak sirna di generasi barunya ini. Pujian masuk ke tempat duduk baris kedua, saya masih merasa memiliki legroom dan headroom yang lega sedangkan tinggi saya mencapai 178 cm. Sedangkan tipe Q, hadirnya captain seat membikin ia hanya dapat dinaiki 7 orang. Terbukti berkeinginan yang tenaga angkut orangnya lebih banyak, tipe V dan G hadir tanpa captain seat, sehingga dapat memuat 8 orang.

Bagus jok penumpang depan Innova, jok penumpang tengah mendapatkan fasilitas sliding dan reclining. Toyota sangat berbangga memamerkan meja lipat yang disediakan untuk penumpang belakang Innova tipe V dan Q, karena ini tak ada di Innova yang kemarin. Pelipatannya mudah, mejanya malah rigid. Meja lipat ini kapabel menahan muatan hingga 10 kg dan telah punya cup holder, jadi sempurna ada 4 cup holder di bagian kabin tengah, belum termasuk kantong di pintunya.

Hanya Innova baru lainnya merupakan ambient lighting berwarna biru, yang diilhami oleh duo Alphard dan Vellfire. Kesan mewahnya sangat dapat, dan jelas serta redupnya dapat dipegang dari tombol di sebelah tombol-tombol AC baris kedua yang bertengger di atap. Opsi untuk pengontrolan AC baris kedua ada tombol auto juga, kami rasa Innova baru ini telah dual zone climate control.

Ada sedikit hal mengenai jok Innova, entah mengapa secara visual kami merasa jok tengah Innova baru ini menipis dibanding jok Innova lama, sedangkan dikala diduduki rasanya masih fine, malah joknya telah komplit dengan ISOFIX. Bagi konsumen yang butuh asupan listrik buat gadgetnya, power outlet untuk baris kedua tersedia di bagian tengah bawah. Gang di antara captain seat-nya cukup sempit apabila anda merupakan orang yang menyukai menampakkan kebesaran anda (baca : gendut), apalagi di antara kedua jok tengah ada cup holder untuk 2 gelas atau botol di bagian bawah sehingga akan menyulitkan apabila semestinya melangkahinya. Oleh karena itu, jalan masuk termudah untuk masuk ke kabin belakang merupakan dengan one touch tumble yang telah disediakan Innova baru, bukan lewat gang senggol di antara captain seat-nya.

Bagus yang diduga, kabin baris ketiga Innova tepat-pasan untuk orang dewasa, tapi tak dalam kelompok menyiksa. Orang dewasa masih dapat duduk di sini, tapi bakal pegal juga apabila duduknya untuk waktu yang lama. Toyota kini lebih perhatian dengan tempat duduk baris ketiga, karena kini telah cocok untuk menampung 3 orang dengan aman dan cocok. Hanya dengan adanya headrest dan seatbelt 3 spot untuk semua penghuni baris ketiga, apalagi storage dan AC malah masih dikasih.

Bagasi Innova baru tergolong sebelas-dua belas dengan Innova lama, tak ada perbedaan kapasitas yang mencolok, demikian juga mekanisme pelipatan kursinya yang masih menyamping. Bedanya, apabila tempat duduk Innova lama dapat membikin otot bisep anda kekar karena berat dikala dilipat, tempat duduk Innova baru jauh lebih mudah untuk dilipat karena telah ada per di engselnya. Sentuhan kecil, tapi berguna untuk mengurangi muatan hidup sekian persen.

Pintu bagasi Innova baru di tipe Q telah punya teknologi vacuum door atau soft closing door, jadi apabila kita tak sengaja menutup pintu bagasi kurang rapat, pintu bagasi akan merapat dengan sendirinya (cara kerja dapat dipandang di video). Telah sih, tapi apabila kami boleh memberi rekomendasi, kehadiran electric tailgate seperti pada Nissan X-Trail atau Ford Everest bakal lebih useful ketimbang soft closing door ini. Ikhtisar rekomendasi saja lho ya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*